PULANG KE LABUHAN HATI VALDO
Namaku Valno. Aku lahir di sebuah rumah kecil di sebuah kota sederhana. Rumah itu tidak besar, tidak mewah, tetapi di situlah semua kehangatan hidupku berasal. Ayah dan Ibu hanyalah pegawai biasa. Gaji mereka tidak besar, namun mereka selalu berusaha agar aku dan adikku, Valni, bisa tumbuh dengan pendidikan yang baik. Sejak kecil ayah selalu berkata kepadaku, “Ilmu adalah bekal paling mahal, Nak. Ayah dan Ibu mungkin tidak punya harta, tapi kami ingin kamu punya masa depan.” Kata-kata itu selalu teringat di hatiku. Suatu malam setelah aku lulus sekolah, aku memberanikan diri menyampaikan keinginanku kepada ayah dan ibu. “Ayah, Ibu… Valno ingin kuliah di luar provinsi.” Ibu terdiam. Ayah menatapku lama. Ruang tamu kecil kami terasa sunyi beberapa saat. Akhirnya ayah berkata dengan suara pelan, “Nak, kalau kamu kuliah jauh dari ayah , keuangan kita mungkin tidak cukup. Kalau nanti kamu mengalami kesulitan di sana, ayah dan ibu akan sulit menemui kamu.” Ibu menambahkan de...